Pengabdi Setan: Kedamaian itu Tak Lagi Ada setelah Ibu Pergi

  • Tuesday, October 24, 2017
  • By @penuliscabutan
  • 0 Comments

Ilustrasi

Meski sudah tayang lebih dari 3 pekan, namun film Pengabdi Setan tetap eksis menyita perhatian masyarakat. Film yang rilis tangal 28 September 2017 ini tercatat telah berhasil mendulang 3.373.751 penonton selama 24 hari tayang. Jumlah fantastis untuk sebuah film horror Indonesia. Pengabdi Setan juga diakui jadi sinema Indonesia paling menakutkan.

Sineas Joko Anwar mengaku bahwa kesuksesan dalam menggarap film remake tersebut diraihnya karena ia melihat dari sudut pandang penonton. Pria berambut cepak ini sudah membayangkan bagaimana ekspresi penonton jika ia menciptakan sebuah adegan. Hasilnya, film Pengabdi Setan justru melampaui ekspektasi awal.

Film ini berkisah tentang sebuah keluarga melarat setelah sang Ibu jatuh sakit lebih dari dua tahun. Padahal dahulu ibunya seorang seniman. Tembang-tembangnya sering mengudara di radio. Namun, nasib sudah berbalik, kejayaan itu telah runtuh. Kini mereka sekeluarga harus menanggung sakit Ibu yang tak kunjung sembuh hingga terdesak masalah keuangan untuk pengobatan dan menyambung hidup. Penyakit Ibu menjadi misteri yang tak terpecahkan.

Sang Ibu hanya bisa berbaring. Di sisinya terdapat sebuah lonceng yang digunakan untuk memanggil jika memerlukan sesuatu. Suasana semakin mencekam karena mereka sekeluarga tinggal di rumah tua milik sang nenek yang dekat dengan area pemakaman dan hutan.

Keadaan semakin buruk setelah Ibu meninggal. Gangguan-gangguan mistis perlahan muncul mengusik mereka. Mulai dari terputarnya lagu Kelam Malam yang dinyanyikan sang Ibu di radio secara misterius hingga teror lonceng berdenting. Ternyata, ibu ‘kembali’ lagi untuk menjemput salah satu dari mereka. Sebagai kakak tertua, Rini harus mengungkap misteri di balik kematian Ibu.

Dalam film ini, penonton akan menemui jumpscare yang siap membuat jantung berpacu. Joko Anwar sukses membalut film ini dengan nuansa yang dark. Ditambah lagi, background musik dan sound effect yang diciptakan sukses membuat atmosfir semakin mencekam. Penonton harus siap-siap dibuat bergidik saat adegan demi adegan bergulir.

Sebagai seorang sineas papan atas, Joko Anwar juga sukses menampilkan latar suasana tahun 1980-an yang epic. Ia juga menerapkan pengambilan gambar zoom in ala tahun 1980 sehingga meski ini film remake namun suasana jadulnya tetap terasa.

Selain plot twist yang sukses, penonton juga akan dibuat tercengang saat melihat ending dari film ini. Karena memang jauh di luar ekspektasi. Anda pasti akan terdiam dan berpikir sejenak di bangku penonton setelah melihatnya.
Lewat tangan dingin Joko Anwar, Pengabdi Setan masuk dalam jajaran 13 nominasi Piala Citra 2017 dalam kategori Film Terbaik, Penata Sinematografi, Aktor Anak, Penata Busana, Penata Rias, Penata Artistik, Penata Efek Visual, Penata Musik, Musik Tema, Penata Suara, Penyunting Gambar, dan Penulis Skenario Terbaik.

Film ini juga rencananya akan tayang di 17 negara termasuk Amerika Latin, Jepang, dan Polandia dalam waktu dekat ini. Wow! Daripada penasaran, inilah saatnya menguji seberapa besar nyali Anda menaklukan kengerian Pengabdi Setan.

You Might Also Like

0 Komentar