Full Review JVC HA-FX3X Xtreme Xplosives Series: Bass Menggelegar, Trebel Alus

  • Wednesday, November 08, 2017
  • By @penuliscabutan
  • 4 Comments

JVC FX3X
Seminggu yang lalu, gue baru aja order produk IEM (In Ear Monitoring) JVC HA-FX3X. Ada beberapa pertimbangan kenapa gue pilih tipe ini. JVC HA-FX3X adalah tipe IEM Xtreme Xplosives Series di mana udah pasti banget punya bass menledak-ledak.

Beberapa bulan lalu, gue sempet jajalin pendahulunya, JVC HA-FX1X di toko official. Tapi sayang banget, suara yang gue dapet pas dengerin lagu-lagu rock-dance sama sekali nggak masuk feel-nya. Karena JVC HA-FX1X cuma bagus untuk lagu EDM aja. Komposisinya juga kurang balance. Yang kedengeran bassnya doang.

Nah, baru-baru ini gue dapet kesempatan untuk jajalin langsung sample JVC HA-FX3X. Sialnya gue kepincut! Detail yang gak gue dapet di Zero Audio Carbo Mezzo tiba-tiba nongol. Bass yang dihasilkan juga lebih nakal. Padahal 2 produk ini dibandrol dengan harga mirip-mirip, yaitu sektiar 840 ribu rupiah.

Setelah membulatkan hati, akhirnya minggu lalu gue meminang JVC HA-FX3X dan menjual Zero Audio Carbo Mezzo di forum Warung Audio Kere Hore (yang kadang nggak Kere Hore juga, sih). Cuma nunggu sehari, barang yang gue idamkan ini sampai di rumah. Pelayanan dari sellernya juga ngacir banget. Gue beli magrib, besoknya udah sampai rumah.


Kotaknya susah dibuka..... :V
Pucuk dicinta ulam pun tiba, nggak butuh waktu lama Carbo Mezzo gue ditawar dan dibeli oleh salah satu anggota WAKH. Jadi berasal kayak barter (atau tuker tambah). Selama perjalanan menuju J&T untuk mengirimkan Carbo Mezzo, gue tes kemampuan JVC HA-FX3X dengan lagu-lagu kekinian yang nangkring di playlist Mood Booster Spotify.


Tetesan air terdengar jelas di awal lagu ini
Pada lagu ini, gue bisa mendengarkan suara tetesan air. Padahal sebelumnya gue sama sekali nggak bisa mendengarnya. Lalu, gue pun tes lagu Taylor Swift yang Look What You Made Me Do. Ini adalah lagu Taylor Swift yang paling gue benci karena nadanya datar banget. Tapi, gue mendadak suka setelah mendengarkannya dengan JVC HA-FX3X. Bassnya bulat dan lepas. Mid-nya juga maju. Lagu ini mendadak asyik.

Nggak kapok, gue juga jajal lagu …Ready for It?  WOW!! WOOW!!! WOOOW!!! WWWOOOOOOW!!! Getaran bass yang dihasilkan sukses bikin seluruh tubuh gue (terutama kepala) bergetar. Hal yang nggak akan didapat oleh sembarang IEM. Gue masih penasaran, gue puter playlist Coldplay. Bass yang biasa tipis tapi punchy di Carbo Mezzo mendadak jadi gede menggelegar dan tambah puncy. Lagu-lagu Coldplay mendadak semakin enjoyable. DAMN!

Komposisi yang dihasilkan JVC HA-FX3X jauh lebih seimbang dibandingkan JVC HA-FX1X. Jangkauan genre music yang cocok didengerin dengan IEM ini juga lebih luas. Gak cuma EDM melulu. Lagu ber-genre Akustik, ballad, rock-dance, EDM, RnB, Hiphop, dan Pop terdengar sempurna. 

Tapi, tentu aja JVC HA-FX3X nggak sesempurna itu. IEM ini punya kelemahan terutama bagi kamu pecinta Metal dan Punk. Dobel pedal yang dihasilkan dalam lagu Avenged Sevenfold berjudul Nightmare kurang jelas terdengar. Karena IEM ini adalah IEM basshead bukan diperuntukan mereka yang ngejar speed. Gitar di beberapa lagu Punk juga berasal agak pedes di kuping. Meski masih cukup diterima, sih. Cuma gue ngerasa keganggu kalau lagi dengerin dobel pedal aja yang jadi gak rapi.

Satu lagi, jack IEM ini juga berbentuk 'i', sehingga lumayan riskan takut ketekuk dan ketarik. Tapi, ini termasuk kekruangan minor aja, sih. Ada yang merasa ini masalah ada juga yang merasa ini biasa aja. Kepala IEM ini juga lumayan besar mirip Douza. Sehingga kalau dipakai tiduran nggak boleh ngadep samping. Namun, di balik ukuran raksasanya, Fitting IEM ini sangat presisi dan gak gampang lepas. Kabelnya juga tebel.


Sialnya laptop kantor letak jack berada di depan
Kesimpulan, JVC HA-FX3X cocok bagi Lo yang suka musik dance menghentak, elektro, akustik, ballad, RnB, HipHop, Rock-dance, dan Pop. Tapi kurang cocok untuk Lo pecinta musik susah (red: berat) seperti Metal, Punk, Hardcore, Post-Rock, Hard Rock, dan sejenisnya.

Nah, untuk melihat spesifikasi lengkap dan harga, Lo bisa langsung lihat di lapak i-beli yang siap memberikan garansi resmi Halodata Indonesia selama 2 tahun. Kerusakan unit akan diganti dengan produk baru.

Well, worth it banget apalagi jika Lo pecinta audio branded yang butuh jaminan rasa aman selama menggunakannya. Para sesepuh kere hore bilang, banyak secret gems di brand JVC ini. Jarang terdengar, tapi sekali Lo beli produk premiumnya maka Lo akan dibuat nagih.

You Might Also Like

4 Komentar

  1. Gan mau nanya klo perbandingan impresi suara antara
    Jvc ha fx3x
    Fx100
    Fx208
    Kira2 mana yg layak dibeli?
    Musik favorit sy pop,audiophile,kadang edm dikit
    Apa kelebihan masing2 iem?
    Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. fx3x boomy! bener-bener cocok untuk musik ajeb-ajeb dan EDM. tapi kurang rekomen untuk genre pop, rock, metal dll meski trebelnya masih mulus. tetep aja kurang enjoyable kalo dengerin lagu keras dan banyak instrumen. IEM ini lebih ke detail bass.

      fx208 bassnya kagak ada. dia emang ngejar detail dan masuk kategori hifi. cocok buat metalan, rock, clasical, dan lagu dengan instrumen banyak. tapi karena ini iem clarity yg super detail, kalo volumenya ketinggian, suaranya rada pedes

      fxt100, masuk ke all rounder. bassnya masih berasa dan punchy, meski gak segila FX3X. suara juga fun dan nggak nusuk. Untuk pemakaian jangka waktu lama berjam-jam dengan lagu dikit edm gue nyaranin yang FXT100 sih gan.

      Delete
  2. Gan mau nanya klo perbandingan impresi suara antara
    Jvc ha fx3x
    Fx100
    Fx208
    Kira2 mana yg layak dibeli?
    Musik favorit sy pop,audiophile,kadang edm dikit
    Apa kelebihan masing2 iem?
    Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sorry baru bales gan notifnya kagak masuk. FXT100. Karena FX3X cuma cocok untuk lagu EDM jedag-jedug. dipaksakan bisa sih cuma menurut kuping rese gue gak enak. kalo fxt208 terlalu cring-cring dengerin edm gak asik. bassnya masih nabok fxt100

      Delete