Musim Selingkuh, dari Jennifer Dunn sampai Kasus Ahok, Kenapa?

  • Friday, January 12, 2018
  • By @penuliscabutan
  • 0 Comments

Photo: Tercyduk

Pada tahun 2017 lalu, banyak banget kasus pelakor bertebaran di media sosial hingga portal berita. Kasus itu juga beragam dari skandal orang biasa yang viral karena berhasil menarik simpati warganet, sampai artis seksi Jennifer Dunn yang jadi simpanan Faisal Harris.

Di awal tahun 2018 ini, publik kembali dibikin geger karena bocornya surat gugatan cerai Ahok yang dikirimkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jumat (5/1). Ternyata, usut punya usut karena Veronica Tan masih berhubungan baik dengan 'good friend'-nya. Yang tentunya bukan teman baik biasa.

Well, kalo ini namanya kan bukan pelakor... tapi, errrr.... pebikor? Perebut bini orang? Anjir, nggak enak banget bahasanya! (penulis tepok jidat).

Oke, yang mau gue bahas di sini bukan gosip atau info terbaru mereka. Hal itu cukup lah dikerjain oleh wartawan media-media official. Jangan percaya berita dari blog gak jelas, ntar kemakan hoax.

Jadi sebenernya, kenapa sih b? Kenapa pihak ketiga SELALU DISALAHKAN?

Pertama, perselingkuhan nggak mesti terjadi di tengah-tengah hubungan yang retak. Bahkan, orang tetap bisa selingkuh meski hubungan percintaan mereka sebetulnya nggak ada masalah.

Dikutip dari Kelascinta, selingkuh adalah sifat alami manusia. Jadi siapapun bisa melakukannya. Selingkuh nggak mandang gender.

Kedua, alasan biologis kenapa orang-orang bisa selingkuh karena kadar testosterone tinggi pada laki-laki dan estradiol tinggi pada Perempuan. Mereka punya bakat alami untuk bermain hati.

Simulasi terjadinya perselingkuhan juga mudah terbaca. Berawal dari cuma teman, lama-lama jadi dukun curhat, eh keterusan karena ngobrol sama dia jauh lebih enak daripada ngobrol sama pasangan sendiri.

Apalagi kalau Kamu udah mulai rajin menghapus chat dengan ‘teman baik’ ini lalu diam-diam jalan denganya tanpa sepengetahuan pasangan. Wow! Selamat! Kamu sudah mendapatkan selingkuh! Apalagi jika Kamu sudah merasakan kenikmatan surgawi bersamanya? Aduh… Kamu jahat sekali.

Setia itu bukan sifat, melainkan pilihan. Ketika godaan dateng, kita selaku pihak kedualah yang memilih untuk tetap tinggal atau meladeni godaan itu sebagai selingan.

Emang awalnya berasa enak, tapi berabe kalau keterusan apalagi ketauan. Hal itu juga justru malah menyakiti pasangan. Kalau sial, Kamu malah bisa kehilangan keduanya. Duh, sedih ya.

Nah, balik ke pembahasan awal. Jadi, perselingkuhan itu nggak sepenuhnya kesalahan pelakor (atau pebikor). Tapi juga pihak kedua yang mebuka pintu duluan. Memberi celah untuk si pihak ketiga masuk.

Kebanyakan orang menyalahkan pihak ketiga. Sialnya, kebanyakan dari pihak ketiga ini lebih keren dari pasangannya. Seolah-olah pihak ketiga itu datang secara agresif membabi buta hingga pihak kedua tergila-gila lalu selingkuh. Sayangnya, keadaanya gak sesimpel itu.

Sama halnya seperti kalau Kamu lagi masak tapi pintu dapur dibuka. Lalat pada masuk mengincar masakan buatanmu. Well, Kamu udah buka kesempatan lalat itu duluan buat masuk dengan membuka pintu dapur, kan?

Jadi, stop menghakimi pihak ketiga terus-terusan. Karena sebenarnya yang bermasalah adalah pasangan kamu dan/atau hubungan Kamu.

You Might Also Like

0 Komentar