JVC

Review JVC T12 Telor Ceplok, Suara di Atas Ekspektasi

  • Thursday, March 01, 2018
  • By @penuliscabutan
  • 1 Comments

Photo: JVC T12 Telor Ceplok
First, apa sih yang bisa diharapkan dari earbud seratus ribuan? Pada awalnya gue pun nggak ngarep kalau suara dari earbud ini bakal membuat hati bergetar hingga kuping eargasme berkali-kali.

Berawal dari lelangan pagi buta di hari sabut yang cerah sebelum gue kena kick di Warung Audio Kere Hore, tepatnya tanggal 24 Februari 2018. Dengan keadaan setengah bangun gue membuka Facebook. Sialnya, karena nyawa belum kumpul pas banget di home gue nongol lelangan JVC T12 Telor Ceplok itu. Tanpa pikir panjang gue langsung ketik, "BIN!!!"

Pada awalnya, gue tertarik dengan desainnya yang gepeng dengan warna kuning di tengah seperti telor ceplok. Di bagian kuningnya sendiri, terdapat lobang-lobang kecil yang mengindikasi ini adalah earbud open-back. Meski sang pelapak udah bilang yang indah-indah tentang earbud JVC T12 Telor Ceplok itu, tapi gue gak terlalu percaya. Seriusan GUE BELI ITU CUMA KARENA TERTARIK SAMA BENTUKNYA. TITIK...


Hingga tiba saatnya sang barang legendaris itu mendarat di perkarangan rumah gue. Dengan semangat gue menyambut mas-mas kurir sambil mengambil paketan yang dikirim dari Malang tersebut.

Tanpa basa-basi gue langsung masuk ke rumah dan duduk manis di sofa santai. Gue buka bungkusan tersebut secara grasakan. Nggak lupa setelah itu gue testing langsung ke Moto Z Play buat dengerin beberapa lagu di Spotify.




Ceper banget kan earbudnya? LOL jangan tanya gimana cara ngepasin kupingnya. Tiap orang punya cara beda-beda.


Gue langsung hajar dengan lagu U2 di album Song of Innocence. Mendadak gue terdiam. Suaranya jernih puwoooollll.... Image IEM/Earbud seratus ribuan yang sember, beleber, dan mendem itu runtuh hancur berkeping-keping. Tadinya gue no expect kalau suaranya bakal sebening itu.

Yep, JVC T12 Telor Ceplok punya karakter bright dengan bass yang slight. Jadi kalo ente adalah Bass Lover, minggir dulu deh. Jangan beli, pasti nyesel. 

Gue sendiri memang seorang bright lover. Cans gue saat ini yaitu JVC FXT100 dan ATH M50X. Dengan range cans gue seharga 1.7 jutaan, gue mampu menikmati suara JVC T12 Telor Ceplok.

Padahal kata orang, kalau kuping udah rusak bin manja kita bakal susah downgrade ke harga low-end (padahal harga cans gue juga gak ada apa-apanya sih dibanding Ocharaku). Pasti ketauan apa aja cacatnya.

Suara vokalnya maju dan intim banget. Berasa dinyanyiin vokalisnya langsung dari sebelah. Jelas, earbud ini emang untuk vokalan. Tapi meski begitu, suara di sektor lain nggak dipangkas. trebelnya juga alus bener. Earbud ini pokoknya renyah gurih, nyoi~

Kerennya, JVC T12 Telor Ceplok ini mampu ngejar double pedal di lagu metalan. Buat akustik dan rock juga mantap. Lalu, gue pun tes dengan lagu Peek-a-Boo milik Red Velvet. Meski bassnya tipis, tapi hentakannya punchy dan bulet. 


Tapi sayang, ketika gue ajak ke lagu susah Thomas Bergersen, Versailles, dan Kamijo, JVC T12 Telor Ceplok ini nggak bisa bekerja dengan baik. Untuk lagu Thomas Bergersen, meski separasi rapi tapi soundstage sangat sempit. Malah jadi nggak enjoy dengernya. Lownya juga masih dapet, tapi tipis. Jadi nggak bikin dada deg-deg-ser.

Sedangkan untuk lagu Versailles dan Kamijo, bagian classical-nya rada mendem. Jadi nggak mewah lagi lagunya. Meski hentakan drum dan alunan gitarnya terdengar tegas. Tapi, tetep aja sih gue agak keganggu dengan suara mendem itu.

Jadi kesimpulannya, JVC T12 Telor Ceplok ini cocok banget buat casual listening. Kalo lagu lu memiliki unsur classic atau orchestra, mending jangan beli deh nanti kecewa. Untuk lagu metal biasa sendiri sebetulnya JVC T12 Telor Ceplok ini bisa mengimbangi. Namun, nggak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini.

Update!
Sepertinya barang ini bukan barang resmi JVC. Maksud gue, bisa aja ini barang modifikasi lalu menggunakan brand JVC. Karena barang ini cuma terkenal di Indonesia. Gak ada pembahasan resmi di situs JVC dan situs review luar. Tapi, untuk tipe KW (atau modifan atas nama JVC?) Suaranya gue acungin jempol sampai gue kagak curiga sama sekali LOL

You Might Also Like

1 Komentar