Menulis Novel Tidak Pernah Selesai, Langkah di Bawah Ini Akan Menyelamatkanmu

  • Wednesday, October 16, 2019
  • By @penuliscabutan
  • 0 Comments

Menulis novel

Menjadi seorang penulis memang nggak semudah apa yang dilihat. Semua orang memang bisa menulis tapi tidak seluruhnya mampu jadi penulis. Apa penyebab utamanya? Tentu dari penguasaan tata bahasa Indonesia itu sendiri dari kata ke kalimat hingga menjadi satu alinea utuh. Well, itu nggak gampang, loh.

Apalagi jika kamu bercita-cita ingin menulis sebuah buku. Jelas tantangannya bakal beda dari cuma nulis artikel blog biasa. Selain konsistensi, kamu juga harus menguasai alur cerita yang akan dibuat. Kalau nggak sih, siap-siap saja bakal tersangkut di tengah jalan sehingga novel bikinan kamu akhirnya nggak pernah selesai.

Pasti kesal ketika kamu sudah membuat premis dan plot yang menarik, tapi saat mengimplementasikannya ke dalam bentuk tulisan segalanya nggak seindah bayangan awal. Ditambah lagi, writer's block tiba-tiba datang dengan tidak tahu dirinya. Sepuluh gelas kopi pun nggak bikin kamu bisa nulis.

Banyak sekali penulis pemula mengalami hal di atas. Sebetulnya itu bukan salah orangnya tapi kekeliruan dalam memulai langkah. Lalu, gimana sih langkah menulis novel supaya bisa cepat rampung?

1. Tentukan Tema


Pexels

Jelas yang pertama adalah tentukan dulu tema apa yang mau diangkat dalam buku karyamu ini. Apakah kisah cinta anak SMA, cerita orang miskin meraih mimpinya, atau lika-liku perjuangan anak broken home

2. Pilih Premis


Pexels

Apa misi utama dari sang protagonis dalam ceritamu? Misalnya, 'seorang anak broken home yang ingin membuktikan bahwa cinta itu betulan ada'. Jadi dalam premis ini, kamu harus menarik garis besar apa yang sebetulnya ingin diceritakan.

3. Genre Apa yang Cocok


Pexels

Setelah kedua hal di atas terpenuhi, selanjutnya kamu dapat menentukan genre buku. Dari sini, kamu akan jauh lebih mudah menentukan gaya penulisan apa yang akan dipakai saat eksekusi novel nanti. Bahasa baku kaku tidak mungkin kan digunakan di genre komedi?

4. Buat Sinopsis
Pexels

Selanjutnya, kamu bisa menulis sinopsis cerita sesuai struktur yang telah kamu pikirkan matang-matang. Pada umumnya, novel menggunakan struktur tiga babak yang terdiri dari perkenalan, konflik, dan penutup. Mungkin untuk ini akan dijelaskan di artikel terpisah karena agak panjang.

5. Pilih Siapa Calon Pembacamu


Pexels

Sama halnya dengan genre, target pembaca juga menentukan gaya penulisan dan sekeras apa cerita yang akan kamu tulis nanti. Nggak mungkin kan, kamu menulis cerita huru-hara rumah tangga untuk anak SMA? Beberapa hal yang harus ditentukan adalah usia, jenis kelamin, tempat tinggal, dan interest mereka.

6. Ciptakan Chapter Plan


Pexels
Perjuanganmu belum selesai, Nak! Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah tulis chapter plan seluruh isi novel dari awal hingga akhir. Nggak boleh ada satu pun yang terlewatkan. Chapter plan berisi judul dan penjelasan isi bab paling nggak satu paragraf. Struktur tiga babak pun berlaku dalam setiap chapter yang kamu buat.

7. Saatnya Menulis


Pexels

Nah, setelah chapter plan rampung, kamu bisa mulai menulis ceritamu dari awal hingga akhir. Jangan lupa, tentukan juga apakah kamu mau menggunakan orang pertama atau ketiga. Standar penerbit biasanya tulisan menggunakan font Times New Roman, spasi 1.5 dengan total minimal 30.000 kata. Namun, ada juga penerbit yang menggunakan Calibri sebagai font default mereka.

8. Lakukan Revisi


Pexels
Setelah usai menulis hingga ujung cerita, kamu harus mau melakukan revisi dengan membaca ulang lagi tulisanmu dari awal. Kadang-kadang, saat melakukan revisi, kita akan menemukan ide brilian untuk memperbaiki tulisan. Kemudian apakah tulisanmu sudah sesuai dengan kaidah penulisan novel yang tepat? Bagaimana dengan typo? Apakah tanda baca sudah berada di posisi yang tepat? Setidaknya, ini dapat membuat kamu terlihat lebih baik di mata penerbit dan editor.

9. Kirim ke Penerbit


Pexels

Sudah merasa percaya diri dengan novel bikinanmu? Sekarang saatnya kirim ke penerbit. Namun, kamu pun tidak bisa asal pilih penerbit, lho. Kamu harus sesuaikan penerbit mana yang cocok dengan gaya dan cerita novelmu. Nggak mungkin kan kamu kirim cerita lawak ke Mizan?

Nah, itu tadi beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menulis novel. Semoga dapat membantu, ya. Good luck!

You Might Also Like

0 Komentar